MSFC | Malang Street Fire Community

Komunitas Honda CB150R Street Fire Malang

Musyawarah Nasional Club & Komunitas CB150R

No comments







Penyelenggaraan Munas bertepatan dengan perayaan setahun Malang Street Fire Community (MSFC), yang dideklarasikan pada 16 Maret 2013 di Wisata Gunung Bromo.
Dalam musyawarah ini menghasilkan beberapa keputusan:
  1. Nama wadah klub/komunitas CB150R se-Indonesia ialah Asosiasi StreetFire Indonesia (ASFI)
  2. Saat ini berjumlah 59 klub yang tersebar di Indonesia dan akan bertambah dengan munculnya klub-klub berdikari di seluruh Indonesia
  3. Terpilihnya koordinator ASFI D. Andy (PHSJB) dari Jawa Barat dan Sekjend Jamiat Nuryadi (MSFC) dari Jawa Timur 
  4. Butir-butir kesepakatan tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB)
  5. Logo ASFI

ASFI adalah wadah resmi bagi semua klub dan komunitas CB150R se-Indonesia, karena wadah ini terbentuk atas dasar keinginan bersama dari  klub/komunitas yang ada di beberapa wilayah kota/kabupaten di Indonesia dan eksistensinya diakui, untuk memiliki sebuah wadah nasional yang disepakati bersama. Kami menyebutnya dengan istilah BOOTTOM to TOP.
Berlangsungnya munas juga disambut dengan antusias peserta yang hadir, dan perwakilan dari main dealer sepedamotor Honda Jawa Timur dan NTT PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) dan Honda Customer Care Center (HC3).








 




No comments :

Post a Comment

Perbandingan Knalpot Full System dan Slip On

8 comments
Saat ini kian maraknya pilihan model knalpot yang beredar dipasaran, mulai full system hingga model slip on. Dan knalpot menjadi jujukan pertama penggantian oleh si penunggang motor. 

Full system merupakan penggantian knalpot secara total, mulai header sampai dengan muffler. Sedangkan slip on, penggantian hanya pada bagian muffler saja. Header tetap menggunakan bawaan motor. Kedua tipe knalpot ini memiliki keunggulan masing-masing. Baik dari power maupun kemudahan  dalam pemasangan. Jika pengen yang lebih simple yha slip on saja.


Model Full System



Proses penggantian slip on, cukup melepas muffler orisinil dan mengganti dengan after market yang dikehendaki. Desain muffler sudah disesuaikan dengan baut pengunci dan dudukan pada pipa knalpot dan pangkon pada rangka. Tak perlu mencopot header, yang harus melepas dari mulai baut pengunci knalpot ke mesin, sampai dudukan header pada rangka. Penggunaan model slip on juga mempermudah dalam gonta ganti merek. Karena sudah disesuaikan dengan pipa dari motor aslinya, penggantian model slip on bisa dilakukan sendiri oleh penunggang motor.


Model Slip on


Untuk tipe full system, proses pemasangan akan lebih rumit. Paling tidak prosesnya lebih lama. Ada beberapa bagian yang harus dibongkar, mulai dari mur header pada mesin sampai dengan baut pengunci header ke rangka. 

Dalam segi kualitas suara, kedua henis knalpot ini berbeda. Model slip on memiliki suara jauh lebih lembut. Komposisi suara bass yang lembut lebih dominan dibanding full system. Hal ini disebabkan oleh material pada header berbeda. Umumnya header asli motor agak tebal. Demikian pula dengan diameter dalamnya yang lebih kecil dibanding full system. Sehingga membuat kecepatan gas buang pada ujung belakang sebelum muffler lebih rendah. Speed exhaust gas sudah dikurangi sejak dari header yang menempel pada mesin. Kecepatan berangsur-angsur berkurang pada bagian belakang header. begitu juga dengan tekanannya yang turun secara perlahan.

Kedua penyebab hal tersebut adalah ketebalan header dan diameter yang lebih kecil membuat frekuensi suara lebih rendah sehingga kualitas suara yang diukur dengan satuan decibel pun jauh lebih rendah. Ketika ngomong full system artinya berbicara satu set header hingga muffler dengan material yang berbeda dari bawaan motor. Pipa header lebih tipis begitu juga dengan diameter header yang lebih besar.

KARAKTER MESIN

Selain pembeda dari kemudahan pemasangan dan kualitas suara, kedua tipe knalpot ini memiliki karakter power yang jauh berbeda. Tipe slip on memiliki power lebih lembut. Hal itu disebabkan dimensi header masih menggunakan asli motor. Jadi karakter masih mirip seperti knalpot standar. Walaupun demikian, tipe slip on tetap memiliki pengaruh terhadap performa mesin. Terutama pada putaran mesin yang jauh lebih ringan. Penambahan tenaganya memang tidak terlalu besar berkisar 0,5 dk tergantung dari mesinnya itu sendiri. Torsi diputaran menengah lebih baik, untuk mendahului kendaraan didepannya, tidak perlu memancing putaran mesin lebih tinggi, cukup buka gas, power langsung keluar. Yang lebih penting, karakter knalpot model slip on jauh lebih bersahabat terhadap setting mesin. Tidak perlu ganti spuyer untuk karburator. Sedangkan untuk motor injeksi tidak memerlukan penambahan piggy back.

Berbeda ketika berbicara full system. Penggantian dengan knalpot tipe ini akan mengubah jauh karakter mesin. Jauh lebih mengentak dari slip on. Hal itu disebabkan terjadinya perubahan karakter gas buang pada bagian dalam header, dan itu berpengaruh terhadap efisiensi volumetric pada mesin. Karakter knalpot full system lebih  galak  pada putaran atas, putaran bawahnya pun lebih ringan. Dibeberapa tipe knalpot full system perubahan karakter mesin sudah terjadi sejak putaran bawah, Mesin lebih galak. Namun sering terjadi. penggunaan knalpot full system akan mengubah karakter grafik mesin. Umumnya torsi maksimum dan power tertinggi berada di putaran yang lebih tinggi dari knalpot slip on. Dengan demikian, dibutuhkan putaran agak lebih tinggi ketika melakukan aksi menyusul kendaraan didepannya.

Pengaruh terhadap performa mesinpun cukup banyak. Perubahan tenaga diputaran atas akan membawa perbedaan antara hingga mencapai 1 dk dengan settingan yang benar. Beberapa merk bahkan mengklaim lebih dari 2 dk, asal kondisi mesin dan settingan benar-benar tepat. Penggantian knalpot dengan model full system akan membawa dampak pada berubahnya komposisi spuyer pada mesin karburator. Demikian pula dengan motor injeksi, yang mengharuskan untuk memasang alat tambahan, yakni piggy back agar komposisi semprotan injector berubah.

Dibeberapa knalpot ada pula yang berpromosi penggantian dengan tipe full system merek tersebut, tidak lagi memerlukan perubahan spuyer atau semprotan injector. Namun kondisi tersebut tidak dapat menguras potensi mesin yang ada.

8 comments :

Post a Comment

Knalpot Pada Motor Sistem Injeksi

No comments
Pada sistem motor injeksi harus berhati-hati saat berncana untuk mengganti knalpot atau mengganti silencer, bisa-bisa bikin tenaga menjadi drop. Sangat logis karena sistem injeksi lebih sensititif. Penyebabnya adalah adanya sensor-sensor di throtttle body. Terutama sensor MAP yang butuh keteraturan drop pressure. Jadi sebelum gonta ganti kenalpot perhatikan benar kebutuhan sistem. Juga perlu dipikirkan apakah bisa melakukan tuning atau remapping ECU.



CERMATI SISTEM

Apakah setiap motor injeksi selalu sensitif terhadap pergantian knalpot? Tidak juga ternyata. Faktanya, beberapa motor injeksi, oke-oke saja letika knalpot diganti, tak hanya sekedar slip on bahkan hingga full system.

Ketika sistem injeksinya tidak memakai sensor MAP, dan jenis open loop, sistem injeksinya tak terlalu sensitif terhadap pergantian knalpot. Lain lagi jika sistem injeksinya close loop alias punya sensor O2. Ini bisa jadi sensitif. Setiap perubahan di saluran gas buang bisa butuh koreksi mapping. Tetapi hal tersebut bukan sepenuhnya harus dilakukan.

Jika knalpot di desain secara bagus, tak ada masalah meski itu bersistem injeksi. Sebab jika dirancang bagus, pasti akan juga ditest lewat dyno juga. Paling gampang cari info dulu hasil pemasangan knalpot dan cermati dari pengalaman teman yang sudah ganti knalpot.



MENAIKKAN TEKANAN


Beberapa hasil dynotest motor injeksi yang dinaikkan tekanan bahan bakarnya memberikan pengaruh performa yang oke. Bahkan tanpa ubah map alias ECU standar. Hal itu memungkinkan karena pertama, AFR bisa jadi sedikit lebih kaya. Dan kabut bahan bakar menjadi lebih baik.

Tetapi menaikkan tekanan bensin pada sistem injeksi gak boleh asal. Butuh mengerti tentang konstruksi fuel pump hingga ke kondisi fuel line. Hal tersebut dikarenakan rata-rata pengaturan tekanan dikemas menyatu dengan pompa bensinnya. Kemampuan pompa bensin juga kudu diperhatikan. Percuma tekanan bisa dinaikkan jika ternyata pompanya tidak terkejar. Dan hal yang penting juga, perhatikan safety. Menaikkan tekanan bensin, berarti memberikan beban lebih ke saluran bahan bakar termasuk sambungan-sambungannya. Kualitas saluran bahan bakar harus diperhatikan. Komponen seperti fuel line dan konektor wajib diganti, kalau tidak ingin jebol. Jalan keluarnya adalah slang gunakan yang brainded.

No comments :

Post a Comment